home products awards outlet news faq login contact
MAM News & Tips
MAM Promo
Hallo Bunda, Ajak si Kecil yuk untuk mengunjungi Booth MAM dalam event "Smart Kids Asia Fair 2017".
EVENT SMART KIDS FAIR 2017
 
Bagaimana Cara Mengontrol Kehamilan Secara Alami?

Jakarta - Cara mencegah kehamilan bisa dengan alat kontrasepsi atau secara alami. Kalau Mommy ingin mengatur jarak kehamilan tanpa menggunakan alat kontrasepsi, coba tips berikut ini ya.

 

Dijelaskan dr.Reisa Broto Asmoro dalam program dr.Oz Indonesia di Trans TV, cara mencegah kehamilan tanpa alat kontrasepsi atau KB alami merupakan jenis KB non-hormonal. Salah satunya dengan sistem kalender.

 

"Biasanya terkait dengan pengaturan tanggal. Cara alami ini memang banyak diandalkan, tapi ada kelemahannya misal harus membatasi berhuMomgan seksual," jelas Reisa.

 

 

Kebanyakan Mommy ingin mencegah kehamilan dengan tujuan mengatur jarak kelahiran anak. Atau istilahnya enggak mau 'kebobolan'. Kayak BuMom nih, waktu anak pertama berusia satu tahun, BuMom hamil anak kedua. He-he-he.

 

Department of Health and Human Services Amerika Serikat (AS) memaparkan, idealnya ibu hamil lagi minimal 12 bulan setelah melahirkan. Penelitian juga menemukan, risiko lahir prematur atau berat badan bayi lahir rendah bertambah jika jarak kehamilan saat ini dengan kelahiran sebelumnya di bawah 6 bulan.

 

Jarak kehamilan dengan kelahiran sebelumnya yang terlalu pendek (di bawah 18 bulan), atau terlalu panjang (lebih dari 5 tahun), dikaitkan dengan dampak negatif pada ibu dan bayi. Misalnya kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah.

 

Jarak kelahiran anak memang perlu dijaga. Setelah anak pertama lahir, Mommy tentu ingin fokus merawat si kecil dengan sepenuh hati. Apalagi jika ingin memberikan ASI eksklusif dan tidak ada bantuan baby sitter.

 

Dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, dr.Fredrico Patria, Sp.OG, menganjurkan agar Mommy tidak terlalu cepat hamil lagi setelah melahirkan anak pertama.

 

"Minimal 2 tahun, agar ibu punya waktu merawat kesehatan diri sendiri, anak, dan keluarga," begitu saran Fredrico.

 

Kalau ingin mencegah kehamilan dan tak mau pakai alat kontrasepsi, Mommy bisa mencoba metode KB natural. Jenis ini disebut juga dengan KB tradisional, yakni tidak menggunakan alat kontrasepsi atau obat apapun.

 

Dikutip dari Medical News Today, berikut cara atau metode KB natural:

 

1. Pantangan

 

Metode ini berarti Mommy dan Ayah pantang berhuMomgan seksual, terlebih dalam masa subur. Cara mengetahui masa subur bisa dengan kalkulator masa subur, mengamati lendir serviks, menghitung siklus menstruasi, atau dengan alat tes ovulasi.

 

Dikutip dari buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, alat tes ovulasi (Home Ovulation Test Kit) bisa Mommy beli di apotek dan swalayan. Alat ini mendeteksi lonjakan luteinizing hormone (LH) dalam urine, sehingga Mommy tahu akan segera ovulasi.

 

Metode suhu basal tubuh juga bisa diterapkan. Ini akan melibatkan pengamatan kondisi tubuh Mommy setiap pagi. Suhu tubuh perempuan turun sekitar 1 - 12 Fahrenheit atau setara -17,2 sampai -11,11 Celsius selama kurang lebih 24 jam, sebelum ovarium melepaskan sel telur. Itu menunjukkan periode kesuburan tinggi.

 

Dalam kondisi itu, Mommy dan Ayah dilarang untuk berhuMomgan intim, untuk mencegah kehamilan. Periode ini berlangsung dari penurunan suhu sampai 48 - 72 jam setelahnya dan menunggu kondisi tubuh kembali normal.

 

Mengutip planned Parenthood, selain memeriksa suhu basal tubuh, disarankan juga untuk memeriksa lendir serviks (keputihan) setiap hari. Selanjutnya memetakan siklus menstruasi di kalender. Paling efektif disebutkan kalau pencegahan kehamilan adalah dengan menggaMomgkan ketiga metode tersebut.

 

2. Penarikan

 

Metode ini dikenal juga sebagai coitus interruptus, di mana pasangan mengeluarkan penis dari vagina, sehingga ejakulasi terjadi di luar vagina. Secara teori, metode ini mencegah sperma tersimpan di vagina. Atau disebut juga dengan withdrawal.

 

Menurut data yang dirilis Health and Human Services (HHS) AS, setiap tahun, dari 100 perempuan yang menggunakan metode ini, 20 di antaranya bisa hamil. Dengan kata lain, metode penarikan ini 80 persen efektif.

 

Tapi, tergantung pada seberapa hati-hati dan konsisten pasangan yang menggunakan metode penarikan ini. Peluang hamil tetap ada karena penis tak perlu penetrasi agar kehamilan terjadi.

 

"Bisa terjadi jika sperma memasuki vagina saat foreplay," demikian dijelaskan dalam ulasan di Medical News Today.


« Prev

Next »

Contact Us Telepon : +62 21 5355874
  Email : customer-care@ams.co.id
  © 2010 Copyright oleh PT Antarmitra Sembada, Indonesia