home products awards outlet news faq login contact
MAM News & Tips
MAM Promo
Hallo Bunda, Ajak si Kecil yuk untuk mengunjungi Booth MAM dalam event "Smart Kids Asia Fair 2017".
EVENT SMART KIDS FAIR 2017
 
Mengenali Bahaya Perdarahan Subkorionik

Moms mengalami perdarahan saat hamil pada trimester pertama tidak selalu tentang keguguran. Bisa jadi, Moms mengalami perdarahan subkorionik saat hamil. Hal ini tidak akan menimbulkan risiko bagi Moms maupun Si Kecil dalam kandungan.

Sebuah penelitian Sebuah jurnal terbitan Obstetrics & Gynecology melakukan penelitian terhadap hampir 64.000 wanita hamil menemukan bahwa 1,7 persen mengalami perdarahan subkorionik.

Beberapa penelitian keluaran Proceedings in Obstetrics and Gynecology telah menemukan adanya hal tersebut hubungan dengan komplikasi tertentu.

 

Apa Itu Pendarahan Subkorionik Selama Kehamilan?

Perdarahan subkorionik adalah akumulasi darah antara lapisan uterus dan korion (selaput janin luar, di sebelah uterus) atau di bawah plasenta itu sendiri. Sehingga, hal ini menyebabkan bercak atau perdarahan yang ringan.

Sebagian besar perdarahan subkorionik saat hamil sembuh dengan sendirinya, dan Moms pun tetap bisa melalui kehamilan dengan sehat.

 

Gejala Perdarahan Subkorionik Saat Hamil

Moms, perdarahan subkorionik saat hamil sulit diketahui karena tidak selalu menimbulkan gejala yang nyata.

Bercak atau perdarahan mungkin merupakan pertanda, seringkali dimulai pada trimester pertama.

Tetapi, perdarahan subkorionik saat hamil biasanya terdeteksi selama USG rutin, tanpa ada gejala yang terlihat.

 

Risiko Perdarahan Subkorionik Saat Hamil

Sebagian besar kasus perdarahan subkorionik saat hamil akan hilang dengan sendirinya.

Namun dalam kasus yang jarang terjadi, perdarahan ini dapat menyebabkan plasenta terpisah dari dinding rahim, sehingga bisa menyebabkan risiko keguguran dan persalinan prematur.

Sehingga, penting bagi Moms yang mengalami pendarahan subkorionik saat hamil memberitahu kepada dokter kandungan.

Karena jika lebih dari 30 persen dari plasenta copot, dapat menyebabkan perdarahan dalam jumlah besar.

Ini dapat memicu efek domino di mana membran (kantung ketuban) pecah sebelum waktunya, yang mengarah ke aborsi spontan.

 

Penanganan Perdarahan Subkorionik Saat Hamil

Bila dokter kandungan sudah memberikan diagnosis pada Moms mengalami perdarahan subkorionik saat hamil, maka siap-siap untuk memulai perawatan untuk mencegah keguguran.

Dilansir dari Healthline, Jika perdarahan semakin besar, Moms mungkin juga disarankan untuk:

 

  1. Tetap di tempat tidur
  2. Hindari berdiri untuk waktu yang lama.
  3. Hindari seks.
  4. Hindari berolahraga.

 

Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter dapat merekomendasikan pengencer darah untuk mengeluarkan darah. Jika kemungkinan keguguran tinggi, beberapa dokter akan menggunakan estrogen dan progesteron untuk memperlambat atau mencegah perdarahan lebih lanjut.

Intinya adalah bahwa sebagian besar waktu, kondisi ini tidak berbahaya dengan perawatan dan perawatan medis yang tepat. Jadi cobalah untuk tidak khawatir dan pastikan untuk memberi tahu dokter kandungan atau bidan tentang perdarahan yang Moms alami.

 

Souce: https://parenting.orami.co.id/magazine/perdarahan-subkorionik-selama-kehamilan

« Prev

Next »

Contact Us Telepon : +62 21 5355874
  Email : customer-care@ams.co.id
  © 2010 Copyright oleh PT Antarmitra Sembada, Indonesia